Warga Kendeng Menanti Kejujuran

Warga tidak akan pulang sampai pabrik semen benar-benar berhenti.

Rabu, 14 Des 2016 17:40 WIB

Petani Kendeng tolak pendirian pabrik semen. (Widia Primastika)

Petani Kendeng tolak pendirian pabrik semen. (Widia Primastika)

Meski diprotes warga, pembangunan pabrik semen di Kendeng, Jawa Tengah sampai saat ini terus berjalan. Warga pun membangun tenda di lokasi pabrik yang ditolak, sebagai aksi protes, sekaligus mengawal keputusan MA. Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mengkritik sikap pemerintah yang ingin memaksakan pabrik semen beroperasi pada 2017 mendatang. Koordinator JMPPK, Gunretno, menegaskan, warga tidak akan pulang sampai pabrik semen benar-benar berhenti.

“Yang namanya kejujuran dan keadilan itu tetap ada hubungannya dengan kejujuran, yang buktinya di lapangan. Proses hukum kami berharap tidak hanya menggali bukti-bukti administrasi yang bisa dipersiapkan mereka setiap saat karena merasa berkuasa tapi substansi di lapangan yang perlu digali,” Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.