Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahok Meminta Maaf Lagi

Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menyampaikan permohonan maafnya kepada umat Islam di seluruh Indonesia.

Senin, 12 Des 2016 17:10 WIB

Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT

Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menyampaikan permohonan maafnya kepada umat Islam di seluruh Indonesia.

Ahok menyampaikan hal tersebut saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al- Huda Jalan Talang No 3, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/122016). Kata dia, tidak mungkin dirinya menistakan agama, khususnya Islam. Pasalnya, Islam begitu dekat dengan dirinya sejak kecil hingga saat ini.Dia juga meminta doa yang sebesar-besarnya kepada jemaah agar proses persidangan perdana besok berjalan lancar.

"Pada kesempatan ini saya juga sebagai manusia yang punya kekurangan untuk pada kyai, ustad, alim ulama yang hadir, juga tentu ibu muslimat yang hadir khususnya umat muslim diseluruh Indonesia. Saya dimintakan buka pintu maaf sebesar-besarnya untuk saya," ujar Ahok.

Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.