Pengamat: 'Penangkapan 10 Tokoh,Tergantung Manajemen Politik Jokowi Menjelaskan'

Ini akan menimbulkan polemik yang cukup dinamis mengenai (makna) makar yang dikaitkan dengan demokrasi, kebebasan berpendapat, atau kritik. Dan ini akan terjadi perdebatan.

Jumat, 02 Des 2016 19:00 WIB

Ilustrasi. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Markas Besar Kepolisian Indonesia membenarkan Polda Metro Jaya telah menangkap 9 orang yang diduga terkait makar, salah satuanya musisi Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet dn Rachmawati Soekarno Putri. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat berbeda, sekitar pukul 05.00 WIB.

Juru bicara Mabes Polri, Boy Rafli Amar mengatakan saat ini para tokoh itu sedang diperiksa di Polda Metro Jaya.

Menurut pengamat politik Alfan Alvian, peristiwa ini mengejutkan dan ada hubungannya dengan statemen Presiden Jokowi pasca aksi 4 November lalu. Dimana saat itu Jokowi mengatakan aksi tersebut ditunggangi oleh aktor-aktor politik.

“Ini akan menimbulkan polemik yang cukup dinamis mengenai (makna) makar yang dikaitkan dengan demokrasi, kebebasan berpendapat, atau kritik. Dan ini akan terjadi perdebatan. Polisi menganggap itu bagian dari upaya makar, sementara yang lain mengatakan itu kebebasan berpendapat. Lagipula pula penangkaapn ini dilakukan saat mereka sedang tidak berbuat makar,” ujar Alfan. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Novel Kembali ke Tanah Air, Eks Ketua KPK: Masih Layak Menjabat Sebagai Penyidik

  • Kembali Ke Indonesia, Novel Akan Tetap Jadi Penyidik KPK
  • 41 Tahun Patok Batas Antar Negara Di Perbatasna Kecamatan Lumbis Tak Pernak Di Periksa
  • Mengancam Kebebasan Pers, Duterte Di Kecam

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.