Penangkapan Teroris Dituding Pengalihan Isu, Kapolri: Kami Belum Pernah Belajar Jadi Sutra

Penangkapan terduga teroris tersebut merupakan hasil kerja pemantauan Detasemen Khusus 88 Antiteror selama berbulan-bulan.

Jumat, 16 Des 2016 18:15 WIB

Kapolri Tito Karnavian. (Antara)

Kapolri Tito Karnavian. (Antara)

Penangkapan sejumlah terduga teroris yang dilakukan Detasemen Kuhusus 88 Anti teror, berbuah tudingan.Prestasi ini dianggap sebagai pengalihan isu dari kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan agama.

Menanggapi ini, Kapolri Tito Karnavian menegaskan tidak ada rekayasa dalam penanganan para terduga kasus terorisme, apalagi sebagai pengalihan isu. Penangkapan terduga teroris tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja pemantauan Detasemen Khusus 88 Antiteror selama berbulan-bulan.

Jika memang ada bukti rekayasa, Tito meminta masyarakat menunjukkan buktinya, agar pihak kepolisian bisa melakukan tindakan tegas. Bahkan, Tito mengatakan siap dicopot dari jabatannya jika terbukti sengaja ada upaya pengalihan isu. Ia juga meminta masyarakat memahami dan tidak terpengaruh atau berkomentar soal pengalihan isu.

“Polri ini bukan sutradara, kami belum pernah belajar jadi sutradara. Karena tersangka yang ditangkap ini juga bukan aktor, bukan aktris yang pandai memainkan drama-drama. Dan sistem hukum kita juga sangat terbuka. Artinya siapa pun yang ditangkap akan diproses menurut peradilan yang ada di kita. Ujungnya nanti di peradilan terbuka, sidang terbuka. Dan semua orang bisa melihat, mendengar dan merekam apa yang terjadi.Jadi, sutrada Hollywood yang jago tak akan mampu menyeting atau merekayasa kasus-kasus seperti ini,” Ujar Tito Karnavian. Simak quote selengkapnya yang kami jadikan quote of the day. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Cuaca Buruk, BMKG Kirim Peringatan ke Bandara dan Pelabuhan

  • Pengamat Curiga Polisi Sengaja Tutupi Penyebab Kematian MJ
  • Antisipasi Politik Uang lewat Penyaluran Zakat, Bawaslu Gandeng Baznas
  • BKSDA Aceh Evakuasi Stres, Bayi Orang Utan Aceh Dievakuasi

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.