Diduga Pilot Mabuk, Penumpang Citilink: 'Masak Kita Mau Dipiloti Oleh Orang Yang Tidak Seh

Penumpang Maskapai Citilink QG 800 jurusan Surabaya-Cengkareng, pagi tadi heboh dan takut di dalam pesawat. Para penumpang menduga pilot yang akan membawa mereka, mabuk.

Rabu, 28 Des 2016 15:40 WIB

Pesawat Citilink. (Antara)

Pesawat Citilink. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Penumpang Maskapai Citilink QG 800 jurusan Surabaya-Cengkareng, pagi tadi heboh dan takut di dalam pesawat. Para penumpang menduga pilot yang akan membawa mereka, mabuk.

Salah satu penumpang, Eddy Roesdiono menceritakan, ketika pilot bicara pada penumpang lewat pengeras suara, suaranya terdengar tidak wajar atau meracau seperti orang mabuk. Gara-gara itu sejumlah penumpang pria berinisiatif mempertanyakan kondisi pilot dan menolak diterbangkan oleh pilot itu.

"Ketika kita sudah berada di dalam pesawat itulah ada voice over dari pilot. Voice over itu menurut kami para penumpang meracau, tidak seperti seharusnya, dan terdengar seperti orang mabuk. Maka, penumpang berasumsi ini pilot mabuk pasti. Jadi kami beberapa orang penumpang lelaki itu mendatangi ruang pilot. Kami bilang, saya tidak mau kalau pilot ini yang menerbangkan pesawat. Kami minta ganti karena curiga, takutnya pilotnya sedang mabuk atau sakaw," kata Eddy Roesdiono. Simak quote selengkapnya di audio yang kami sajikan.

Ini Jawaban Citilink Soal Dugaan Pilot Mabuk 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.