AJI: Kekerasan Terhadap Pers Yang Dilakukan Polisi Tak Pernah Diproses

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan sepanjang tahun ini terdapat 78 kasus kekerasan terhadap jurnalis, tertinggi selama sepuluh tahun terakhir.

Jumat, 23 Des 2016 19:30 WIB

Aksi jurnalis memprotes pemukulan terhadap jurnalis. (Antara)

Aksi jurnalis memprotes pemukulan terhadap jurnalis. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Kekerasan terhadap pers setiap tahun selalu muncul, baik dilakukan oleh aparat maupun masyarakat sipil. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan sepanjang tahun ini terdapat 78 kasus kekerasan terhadap jurnalis, tertinggi selama sepuluh tahun terakhir.

Ketua AJI Indonesia, Suwarjono, menyatakan kekerasan ini terjadi dalam berbagai bentuk mulai dari kekerasan fisik, intimidasi, dan pelarangan liputan. Meski kekerasan ini melanggar hukum, kasus-kasus ini tidak pernah diproses hukum.

Meski demikian, kata dia, kekerasam terhadap pers yang dilakukan oleh TNI, pernah diproses hukum. Namun, kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian, dari tahun 2005 belum pernah ada yang diproses hukum dengan berbagai alasan.

"Seluruh kasus kekerasan yang dilakukan oleh polisi tidak pernah diproses, padahal mereka adalah orang yang kita harapkan sebagai penegak hukum, tapi tak pernah diproses pelaku kekerasan yang dilakukan oleh anak buah mereka. Karena selama ini nggak pernah ada penuntasan secara hukum, sehingga kejadian terus berulang. Jadi semua pelaku seperti kebal hukum. Ini yang saya kira menjadi keprihatinan," ujar Suwarjono. Simak quote selengkapnya di audio yang kami sajikan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Cuaca Buruk, BMKG Kirim Peringatan ke Bandara dan Pelabuhan

  • Pengamat Curiga Polisi Sengaja Tutupi Penyebab Kematian MJ
  • Antisipasi Politik Uang lewat Penyaluran Zakat, Bawaslu Gandeng Baznas
  • BKSDA Aceh Evakuasi Stres, Bayi Orang Utan Aceh Dievakuasi

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.