Pengacara Setya Novanto: Hati - Hati Dengan Illegal Recorder

Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, menilai sidang tersebut lebih banyak efek drama ketimbang fokus pada hal yang dituduhkan.

Jumat, 04 Des 2015 11:30 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Kejaksaan Agung mulai menyelidiki pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam kasus rekaman yang diduga melibatkan ketua DPR Setya Novanto dan perusahaan tambang asal Amerika PT Freeport. Sidang MKD sudah berjalan dua kali ini. Namun, Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, menilai sidang tersebut lebih banyak efek drama ketimbang fokus pada hal yang dituduhkan. Ia justru mengatakan, kalau rekaman itu adalah illegal dan perlu hati hati menyikapinya. Apa sebab? 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.