Kejaksaan Agung mulai menyelidiki pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam kasus rekaman yang diduga melibatkan ketua DPR Setya Novanto dan perusahaan tambang asal Amerika PT Freeport. Sidang MKD sudah berjalan dua kali ini. Namun, Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, menilai sidang tersebut lebih banyak efek drama ketimbang fokus pada hal yang dituduhkan. Ia justru mengatakan, kalau rekaman itu adalah illegal dan perlu hati hati menyikapinya. Apa sebab? 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!