Pengacara Setya Novanto: Hati - Hati Dengan Illegal Recorder

Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, menilai sidang tersebut lebih banyak efek drama ketimbang fokus pada hal yang dituduhkan.

Jumat, 04 Des 2015 11:30 WIB

Kejaksaan Agung mulai menyelidiki pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam kasus rekaman yang diduga melibatkan ketua DPR Setya Novanto dan perusahaan tambang asal Amerika PT Freeport. Sidang MKD sudah berjalan dua kali ini. Namun, Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, menilai sidang tersebut lebih banyak efek drama ketimbang fokus pada hal yang dituduhkan. Ia justru mengatakan, kalau rekaman itu adalah illegal dan perlu hati hati menyikapinya. Apa sebab? 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau