Ilustrasi. (hereandnow.wbur.org)

Ilustrasi. (hereandnow.wbur.org)

Setelah membuat kebijakan keras terhadap kapal-kapal pencuri ikan, kini Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti membuat gebrakan di Kementeriannya. Ia melarang penggunaan kata 'bersayap' , karena mengaburkan arti seungguhnya, dan berpotensi merugikan negara.

Menurut Susi, kata-kata yang selama ini punya makna 'bersayap' di antaranya adalah pemberdayaan, pendampingan, ektensifikasi, intensifikasi dan lain-lain.

Apa komentar Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indonesia, Ibnu Wahyudi terkait hal ini..? 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!