Walhi: 'Pembuangan Limbah Amoniak Sembarangan, Hal Biasa Bagi Penegakan Hukum'

Ada kemungkinan keracunan warga karena kebocoran atau pembuangan limbah yang tidak sesuai prosedur.

Selasa, 15 Nov 2016 18:26 WIB

Korban kebocoran amoniak PT PIM Aceh. (Antara)

Korban kebocoran amoniak PT PIM Aceh. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- 19 orang yang menjadi korban semburan gas amoniak PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Aceh, yang terjadi Sabtu (12/11/2016) lalu, harus menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit PT Arun LNG, karena mengalami gangguan saluran pernafasan berat. Sementara puluhan lainnya diperbolehkan pulang atau rawat jalan.

LSM Lingkungan Walhi Aceh menuturkan PT PIM tidak melakukan peningkatan teknologi pengolahan limbah. Sehingga, ada kemungkinan keracunan warga karena kebocoran atau pembuangan limbah yang tidak sesuai prosedur. Atas dasar itu, Walhi mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencabut sertifikat hijau atau proper biru atas PT PIM yang diberikan tahun lalu.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur mengatakan, selama ini pengolahan limbah PT PIM dinilai buruk. Namun, tidak ada tindaklanjut dari pemerintah daerah maupun dari kepolisian. Apalagi, pencemaran limbah amoniak milik PIM sudah terjadi sejak 2009.

“Pembuangan limbah amoniak sembarangan adalah hal biasa bagi penegakan hukum, hal biasa bagi internal PT PIM karena tidak ada sanksi apa pun. Warag sekitar yang menjadi korban tidak pernah melakukan gugatan hukum, karena dianggap hal yang biasa,” ujar Muhammad Nur. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Kaji Rencana Impor Garam Industri untuk 2018

  • Terancam Pelebaran Jalan, Makam Ragasemangsang Diusulkan Jadi Cagar Budaya
  • Ozil Segera Perpanjang Kontrak?
  • Paus Resmikan Pernikahan Pasangan di Atas Pesawat

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.