Said Aqil: Salat Jumat di Jalan, Kapan pun, di Manapun Tidak Sah

Fatwa tersebut merupakan hasil pembahasan para kyai NU berdasarkan mazhab Imam Syafii.

Kamis, 24 Nov 2016 19:00 WIB

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (Foto: kemenag.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pengurus Pusat Nahdatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa yang menyatakan ibadah salat Jumat di jalan tidak sah.

Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, fatwa tersebut merupakan hasil pembahasan para kyai NU berdasarkan mazhab Imam Syafii. Said membantah fatwa tersebut berkaitan dengan pilkada Jakarta.

“Pokoknya salat Jumat di jalan, kapan pun, di manapun nggak sah.Jumatan harus di dalam bangunan, yang sudah diniati untuk salat Jumat di sebuah desa atau sebuah kota," kata Said Aqil. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.