Polda Metro: 'Yang Diminta Sudah Dikabulkan Masih Juga Demo, Maunya Apa?'

Awi mengatakan rencana makar juga terlihat dari tujuan demo yang tidak konsisten.

Jumat, 25 Nov 2016 18:00 WIB

Kabidhumas Polda Metro Jaya Awi Setiyono. (Antara)

Kepolisian memastikan mendapat informasi intelijen terpercaya mengenai ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan aksi demonsrasi 2 Desember mendatang untuk kegiatan makar. Kabidhumas Polda Metro Jaya, Awi Setiyono mengatakan informasi itu bersumber dari intelijen kepolisian.

Awi mengatakan rencana makar juga terlihat dari tujuan demo yang tidak konsisten. Sebab, proses hukum Ahok sudah dijalankan seperti tuntutan demo 4 November namun demo terus dilangsungkan.

“Ahok sudah jadi tersangka, kurang apalagi? Kalau (pendemo) masih menuntut yang lain, minta penangkapan, minta (Ahok) ditahan, yang jadi pertanyaan, apakah kalau sudah di tahan emang situ bisa jamin tidak ada demo lagi? Kan bukan itu. Yang jadi masalah, sekarang gantian, pendemo menekan penyidik. Bearti ada sesuatu yang tidak betul, tatanannya tidak betul. Apa yang diminta sudah dikabulkan masih juga melakukan demo, maunya apa?” ujar Awi Setiyono. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Novel Kembali ke Tanah Air, Eks Ketua KPK: Masih Layak Menjabat Sebagai Penyidik

  • Kembali Ke Indonesia, Novel Akan Tetap Jadi Penyidik KPK
  • 41 Tahun Patok Batas Antar Negara Di Perbatasna Kecamatan Lumbis Tak Pernak Di Periksa
  • Mengancam Kebebasan Pers, Duterte Di Kecam

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.