Menag: Rujukan Masyarakat Tak Lagi Ulama dan Kyai, Tapi Kanjeng Google

"Sosial media itu luar biasa mempengaruhi kita, dan fatalnya kita tidak lagi punya cukup waktu untuk memverifikasi, mengonfirmasi dan sekadar bertanya ini benar atau tidak"

Selasa, 08 Nov 2016 17:35 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Antara)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan saat ini masyarakat semakin malas memverifikasi informasi yang beredar di media sosial, termasuk isu-isu tentang agama. Lukman mengatakan, pencarian asupan informasi masyarakat lebih banyak dipenuhi oleh media sosial, bukan lagi kiai. Kata dia, situasi itu justru membuat masyarakat lebih rentan terdampak informasi yang tidak benar.

"Ini kita hidup di era digital. Era yang tentu termasuk agama itu sekarang dikenal sebagai Majelis Alfacebookiyah, rujukan kita tidak lagi ulama dan kyai, tetapi Kanjeng Google. Sosial media itu luar biasa mempengaruhi kita, dan fatalnya kita tidak lagi punya cukup waktu untuk memverifikasi, mengonfirmasi dan sekadar bertanya ini benar atau tidak," kata Lukman di Balai Kartini, Selasa (08/11/16).

Lukman mengatakan, informasi apapun bisa dengan mudah menjadi viral di media sosial. Padahal, kredibilitas penulis atau menyebar informasinya tidak diketahui pasti. Sehingga, kata dia, masyarakat perlu mewasapadai informasi yang kredibilitas penulisnya diragukan.

Lukman berujar, informasi yang tersebar di media sosial bisa saja bias saat diterima masyarakat. Situasi itu bisa membuat masyarakat terpecah karena perbedaan persepsi terhadap suatu isu. Apalagi, kata Lukman, saat masyarakat enggan memastikan lagi kebenaran informasi yang mereka terima. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.