'Pemerintah Tak Mau Papua Lepas Karena Banyak Kepentingan'

Kepentingan asing ada di Papua, atau kepentingan pengusaha dan elit-elit politik nasional seperti Freeport dan sebagainya.

Selasa, 29 Nov 2016 18:00 WIB

Tambang Freeport di Papua. (Antara)

Tambang Freeport di Papua. (Antara)

1 Desember merupakan momentum berdirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hari itu juga dikaitkan dengan momentum pengibaran bendera Bintang Kejora oleh kelompok masyarakat tertentu.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto melarang perayaan 1 Desember yang merupakan momentum berdirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ia beralasan, kegiatan itu melanggar konsitusi. Wiranto mengancam akan menangkap mereka yang tetap merayakannya.

Sementara itu, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua menyatakan dukungannya untuk referendum di Papua. Juru Bicara FRI-West Papua, Surya Anta, menyatakan pemerintah Indonesia harus membuka mata atas ketidakadilan di bumi cenderawasih. Pemerintah juga tidak bisa hanya membantah adanya pelanggaran HAM yang terjadi di sana.

“Pemerintah tak mau Papua lepas, karena banyak kepentingan. Kepentingan asing ada di Papua, atau kepentingan pengusaha dan elit-elit politik nasional seperti Freeport dan sebagainya. Kita sendiri korban ketidakdemokratisan, korban militerisme, seharusnya kita yang jadi korban ini bersolidaritas terhadap rakyat Papua dan harusnya kita bekerjasama,” ujarnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?