Sejarawan UGM: Lukman Sutrisno, Tokoh UGM, Introgator G30S Yang Kejam

Pengadilan Rakyat Internasional atau International Peoples Tribunal (IPT) 1965 di Den Haag membuka banyak kesaksian para korban Gerakan 30 September (G30S).

Jumat, 13 Nov 2015 13:00 WIB

Pengadilan Rakyat Internasional 1965

Pengadilan Rakyat Internasional 1965

Pengadilan Rakyat Internasional atau International Peoples Tribunal (IPT) 1965 di Den Haag membuka banyak kesaksian para korban Gerakan 30 September (G30S). Di antaranya kesaksian seorang wanita berusia 70 tahun, Kingkin Rahayu. Aktivitasnya sebagai anggota PMKRI membuat pemerintah yang telah dikuasai militer saat itu curiga dengannya. Dia lalu ditangkap dan diinterogasi. Ia pun mendapatkan siksaaa yang cukup berat. Kingkin mengaku yang menangkapnya adalah Lukman Sutrisno.

Lukman, adalah dosen di Universitas Gajah Mada (UGM). Benarkah ada keterkaitan UGM dalam kasus ini..? Dan apa benar Lukman adalah seorang yang kejam..? Berikut penuturan Sejarawan UGM, Budiawan.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Paripurna DPR Terima Laporan Pansus Angket KPK, Tiga Fraksi Walk Out

  • Tol Banten-Banyuwangi Ditargetkan Terkoneksi Pada 2019
  • Menhan Baru Terima Laporan Pengadaan 500 Senjata dari BIN
  • Dugaan Pidana Kasus Debora, Polda Metro Jaya Tunggu Keterangan Saksi Ahli