Pegiat Medsos: Kita Tidak Lari Bareng Dalam Era Internet Dan Media Sosial

Setelah terbit Surat Edaran dari kapolri soal penindakan ujaran kebencian atau hate speech, polisi meneliti 180 ribu akun media sosial yang berpotensi menyebarkan kebencian.

Jumat, 06 Nov 2015 13:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Setelah terbit Surat Edaran dari kapolri soal penindakan ujaran kebencian atau hate speech, polisi meneliti 180 ribu akun media sosial yang berpotensi menyebarkan kebencian. Meski begitu, menurut Kapolri Barodin Haiti , sura edaran ini hanya untuk membuat jajarannya lebih memahami dan bisa mengelompokkan mana yang tergolong Hate Speech.

Nah, bagaimana orang orang yang sering bergelut di dunia media sosial? Apakah jadi takut dengan adanya surat edaran ini? Berikut penuturan Pegiat Media sosial Wicaksono yang terkenal dengan akun Ndoro Kakung. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Novel Kembali ke Tanah Air, Eks Ketua KPK: Masih Layak Menjabat Sebagai Penyidik

  • Kembali Ke Indonesia, Novel Akan Tetap Jadi Penyidik KPK
  • 41 Tahun Patok Batas Antar Negara Di Perbatasna Kecamatan Lumbis Tak Pernak Di Periksa
  • Mengancam Kebebasan Pers, Duterte Di Kecam

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.