Media sosial, belakangan ini ramai dengan hashtag atau tagar #HateSpeech atau ujaran kebencian. Ada yang setuju, ada pula yang tidak. Tagar itu berangkat dari adanya surat edaran kepolisian yang mengatur soal Penanganan Ujaran Kebencian, seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dsb, yang bertujuan atau berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, hingga penghilangan nyawa.

Aspeknya meliputi suku, agama, aliran keagamaan, ras, antar golongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual. Ujaran kebencian itu bisa melalui media kegiatan kampanye, spanduk, jejaring media sosial, demonstrasi, ceramah keagamaan, media massa cetak maupun elektronik.

Nah, bagaimana Pengamat Komunikasi Politik, GIB (Gerakan Indonesia Bersih) Effendi Gazali, melihat hal ini..?

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!