Effendi Gazali: Saya Sulit Membedakan Antara Penghinaan Dan Kritik

Aspeknya meliputi suku, agama, aliran keagamaan, ras, antar golongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual.

Rabu, 04 Nov 2015 13:00 WIB

Media sosial, belakangan ini ramai dengan hashtag atau tagar #HateSpeech atau ujaran kebencian. Ada yang setuju, ada pula yang tidak. Tagar itu berangkat dari adanya surat edaran kepolisian yang mengatur soal Penanganan Ujaran Kebencian, seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dsb, yang bertujuan atau berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, hingga penghilangan nyawa.

Aspeknya meliputi suku, agama, aliran keagamaan, ras, antar golongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, dan orientasi seksual. Ujaran kebencian itu bisa melalui media kegiatan kampanye, spanduk, jejaring media sosial, demonstrasi, ceramah keagamaan, media massa cetak maupun elektronik.

Nah, bagaimana Pengamat Komunikasi Politik, GIB (Gerakan Indonesia Bersih) Effendi Gazali, melihat hal ini..?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?