Komnas HAM: "Tanpa Pengungkapan Kebenaran, Penyelesaian Tragedi 65 Secara Non Yudisial Aba

Harus didahului pengungkapan kebenaran dari kesaksian korban, pembongkaran kuburan massal, sampai pengakuan dari para pelaku.

Senin, 03 Okt 2016 17:00 WIB

Aksi Kamisan ke-437. (Antara)

Aksi Kamisan ke-437. (Antara)

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebut penyelesaian tragedi 1965/1966 hanya bisa ditempuh melalui mekanisme non yudisial.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komnas HAM Dianto Bachriadi mengatakan, penyelesaian pelanggaran HAM 1965 dengan jalur non yudisial, mesti diikuti pengungkapan kebenaran, karena penyelesaian nonyudisial ujungnya adalah rekonsiliasi. Karena itu harus didahului pengungkapan kebenaran dari kesaksian korban, pembongkaran kuburan massal, sampai pengakuan dari para pelaku.

Dianto juga mengkritik pernyataan Wiranto yang menyebut tindakan dan langkah negara pada peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) dapat dibenarkan secara hukum. Kata dia, Menkopolhukam harus membedakan kasus pembunuhan para jenderal dan kasus pembantaian massal pasca 30 September.

"Rezim ini tetap tak bisa mengerti mana yang peristiwa politik dan peristiwa hukum dalam prosesnya", ujar Dianto. Simak quote selengkapnya yang kami jadikan Quote Of The Day hari ini. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menteri LHK Ingin Setop Permanen Pemberian Izin Hutan Primer dan Lahan Gambut

  • Stok Langka, Pembelian Garam di Solo Mulai Dibatasi
  • Cina Bersiap Hadapi Konflik dengan Korea Utara
  • Tunggak Gaji Pemain, Sejumlah Klub di Cina Masuk Daftar Hitam

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.