Forum 65: Kasih Saja Soeharto gelar “Bapak Pahlawan Golkar“

Mengangkat Soeharto jadi pahlawan, ada sebagian rakyat Indonesia yang terlukai hatinya.

Kamis, 27 Okt 2016 17:50 WIB

Foto: Antara

Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Muncul wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada bekas Presiden Soeharto. Banyak pro dan kontra terkait hal ini. Salah satunya Forum 65 yang mendesak Kementerian Sosial untuk mencabut nama bekas presiden Soeharto yang masuk dalam 4 nama tokoh yang memenuhi syarat administratif untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Koordinator Umum Forum 65, Bonnie Setiawan mengatakan,dengan mengangkat Soeharto jadi pahlawan, ada sebagian rakyat Indonesia yang terlukai hatinya. Karena banyak orang yang terkena dampak otoritas politik dari rezim Soeharto.

“Kalau dia (Soeharto) tidak jadi pahlawan, kan Golkar masih bisa memberi gelar sendiri untuk Soeharto, kasih saja gelar: “Bapak Pahlawan Golkar “ ujar Bonnie Setiawan di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (27/10/2016). Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau