Syamsudin, Ketua DPP IJABI: Pelarangan Asyura Adalah Kebijakan Konyol

Pelarangan Asyura adalah hal yang konyol.

Senin, 26 Okt 2015 12:00 WIB

Ilustrasi: Antara

Ilustrasi: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melarang warga Kota Bogor untuk merayakan peringatan ‘Asyura’ yang merupakan hari raya kaum Syiah. ini dilakukan dengan alasan, untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Bogor.

Menurut Ketua DPP IJABI, Syamsudin , pelarangan itu adalah hal yang konyol. Mengapa demikian? Berikut penuturannya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?