KPBI: PP Pengupahan Disahkan, Pemerintah Tak peduli dengan Nasib Buruh

Pimpinan Kolektif Nasional KPBI, Ilham Syah menuding pemerintah tak peduli dengan nasib buruh.

Selasa, 27 Okt 2015 14:00 WIB

Demo buruh. (Foto: Bambang/KBR)

Demo buruh. (Foto: Bambang/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Setelah 12 tahun tertunda, Rancangan Peraturan pemerintah (PP) tentang Pengupahan akhirnya disahkan jadi dan mulai berlaku tahun depan. Dengan keluarnya rumusan PP Pengupahan tersebut,  Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menghitung  kenaikan UMP hanya mencapai 8,5 persen, atau kenaikan upah rata-rata di 33 provinsi hanya mencapai Rp 128.029, pada  2016.

Padahal, UMP 2015 secara nasional tumbuh 13 persen dibanding UMP 2014, karena hal ini, Pimpinan Kolektif Nasional KPBI, Ilham Syah menuding pemerintah tak peduli dengan nasib buruh.

Mengapa demikian, berikut penuturannya...

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

BPK Segera Jatuhkan Sanksi ke Auditor Penerima Suap Moge

  • Bekas KASAU Minta Film G30S Tidak Disiarkan di TV
  • Beredar SK Dukung Emil, Golkar Jabar Tunggu Putusan Resmi DPP
  • LN: Korban Gempa Meksiko Capai Lebih dari 270 Orang