Komnas Perlindungan Anak: Negara Dan Simbol Negara Kalah Dengan Pelaku Kriminalitas

Setiap tahun, Indonesia tak pernah lepas dari kondisi darurat kekerasan seksual pada anak.

Senin, 12 Okt 2015 13:00 WIB

Setiap tahun, Indonesia tak pernah lepas dari kondisi darurat kekerasan seksual pada anak. Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut, 58 persen kejahatan kekerasan pada anak merupakan kekerasan seksual yang  diikuti dengan pembunuhan.

Belakangan, yang masih hangat adalah kasus pembunuhan disertai pemerkosaan bocah 9 tahun berinisial PNF yang ditemukan tewas dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait , ini terjadi, karena negara dan simbol negara kalah dengan pelaku kriminalitas. Apa sebab? 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".