INDEF: Kalau Indonesia Tak Ikut TPP, Mudhorat Besar

Jika Indonesia jadi bergabung di Trans Pacific Partnership, rugi atau justru menguntungkan..?

Rabu, 28 Okt 2015 12:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Indonesia ingin bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP) TPP, yaitu pakta perdagangan antar-negara-negara di Asia Pasifik yang berstandar paling tinggi, termasuk mengatur hak kekayaan intelektual, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mekanisme penyelesaian sengketan antara negara dengan investor asing. Perdagangan ini meliputi 12 negara di Asia Pasific. Hal itu diungkapkan Jokowi saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Amerka.

Nah, jika Indonesia jadi bergabung di Trans Pacific Partnership, rugi atau justru menguntungkan..? Berikut penuturan Pengamat Ekonimi INDEF, Sugiyono.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu