Imparsial: Program Bela Negara Hanya Quick Win Kemenhan

Menurut Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, program bela negara hanya sebagai quick win atau solusi cepat dari kemenhan. Apa maksudnya?

Jumat, 23 Okt 2015 13:30 WIB

Foto: situs Kemenhan

Foto: situs Kemenhan

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Kemarin, Kamis (23/1/2015) pemerintah meresmikan program bela negara. Kader bela negara akan mendapatkan berbagai macam pendidikan dan pelatihan selama satu bulan, baik di dalam maupun luar kelas. Namun, menurut Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, program bela negara hanya sebagai quick win atau solusi cepat dari kemenhan. Apa maksudnya? 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.