APINDO: Keliru Kalau Anggap Upah Minimum Mendorong Kesejahteraan

Dalam formula barunya, pemerintah menghitung hanya menggunakan inflasi nasional pertahunnya dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jumat, 16 Okt 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (KBR/Danny)

Ilustrasi. (KBR/Danny)

Kemarin, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke IV. Penetapan paket tersebut salah satunya berisi soal formula perhitungan penaikkan upah untuk buruh / pekerja. Dalam formula barunya, pemerintah menghitung hanya menggunakan inflasi nasional pertahunnya dan pertumbuhan ekonomi nasional. Apakah ini menguntungkan pengusaha? Berikut penuturan Ketua APINDO, Anthony Hilman. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Aman Abdurrahman Diperiksa Densus 88 Terkait Bom Thamrin

  • CCTV Pengakuan Miryam, Pengacara: Dibawah Tekanan
  • Operasi Besar Novel Baswedan Berhasil
  • Laut Rusak, Warga Upacara di Tengah Laut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR