Sengketa PT RAPP, Warga: Tak Nyaman Hidup Seperti Dijajah

Senin, 12 Sep 2016 17:00 WIB

Foto: Jaringan Masyarakat Gambut

Foto: Jaringan Masyarakat Gambut

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


Warga Desa Bagan Melibur di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau menyambut baik keputusan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang menyerahkan kembali lahan konsesi mereka ke masyarakat. 
Anggota Badan Permusyawaratan Desa Bagan Melibur, Junaidi mengatakan selama ini masyarakat khawatir PT RAPP terus menggarap lahan desa. Padahal, kata Junaidi, berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 180 desa mereka dibebaskan dari areal Hutan Tanaman Industri. 
 "Kalau kita tidak turun ke lapangan, mungkin perusahaaan menggarap sampai belakang rumah kami" ujar Junaidi. Simak quote selengkapnya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.