Penunjukan BG, Deal Politik Jokowi

Institute Criminal Justice Reform (ICJR) menilai Budi Gunawan tidak akan menghadapi banyak masalah terkait pencalonannya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara BIN.

Senin, 05 Sep 2016 15:00 WIB

Budi Gunawan. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Masih ramai soal pencalonan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN, menggantikan Sutiyoso. Banyak pihak yang menolak ditunjuknya BG oleh Jokowi, karena kasusnya di masa lalu. Namun, Institute Criminal Justice Reform (ICJR) menilai Budi Gunawan tidak akan menghadapi banyak masalah terkait pencalonannya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara BIN. Direktur Eksekutif ICJR Supriyadi Widodo Eddyono mengatakan saat ini sulit bagi publik mencari alasan menolak Budi Gunawan, karena kasus rekening gendut yang membelitnya sudah dianggap selesai oleh pengadilan.

"Kasus BG yang korupsi itu kan sudah selesai. Jadi harus dicari argumen yang sangat kuat untuk menolak BG sebagai calon Kepala BIN. Tidak ada dasar yang cukup kuat untuk menolak BG. Tapi ini kan sudah deal politik-nya Jokowi," kata Supriyadi. Simak Quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

BPK Segera Jatuhkan Sanksi ke Auditor Penerima Suap Moge

  • Bekas KASAU Minta Film G30S Tidak Disiarkan di TV
  • Beredar SK Dukung Emil, Golkar Jabar Tunggu Putusan Resmi DPP
  • LN: Korban Gempa Meksiko Capai Lebih dari 270 Orang