Hari Tani Nasional: 'Tak Ada Sejengkal Tanahpun Didistribusikan Kepada Petani dalam Reform

Presiden Joko Widodo belum memenuhi janjinya untuk mendistribusikan 9 juta hektare lahan untuk petani selama dua tahun kepemimpinannya.

Selasa, 27 Sep 2016 17:58 WIB

Sejumlah buruh tani sedang menanam padi. (KBR/Friska)

Sejumlah buruh tani sedang menanam padi. (KBR/Friska)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Ribuan aktivis organisasi tani, buruh, nelayan, masyarakat adat, dari berbagai daerah berunjukrasa menuntut keseriusan pemerintah melaksanakan reforma agraria. Aksi demonstrasi dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional di depan Istana Negara.

Koordinator Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA), Dewi Sartika menuding Presiden Joko Widodo belum memenuhi janjinya untuk mendistribusikan 9 juta hektare lahan untuk petani selama dua tahun kepemimpinannya.

"Janji 9 juta hektare dalam dua tahun ini tidak ada sejengkal tanahpun didistribusikan kepada petani dalam rangka reforma agraria," kata Dewi di depan Istana Negara. Simak Quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.