Theys Hiyo Eluay. (Foto: Elsam Papua)

Theys Hiyo Eluay. (Foto: Elsam Papua)

Kalangan aktivis pegiat hak asasi manusia di Papua kecewa dengan sikap TNI yang mengangkat Mayjen Hartomo sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS). Padahal Hartomo merupakan salah satu terpidana kasus pembunuhan tokoh Papua Theys Hiyo Eluay pada 2001.

Direktur Aliansi Demokrasi Papua (ADP) yang pernah menjadi pengacara Theys, Latifah Anum Siregar mengatakan pengangkatan Hartomo menunjukkan negara tidak serius memenuhi keadilan korban dan keluarganya. Karena pelaku kejahatan hak asasi manusia justru terus mendapat promosi jabatan.

"Saya ingat ketika kejadian itu, Pak Ryamizard Ryacudu menyampaikan statemennya. Pembunuh Theys adalah pahlawan. Sekarang dia jadi Menhan. Jadi tidak ada yang berubah dari negara ini," kata Latifah Anum Siregar. Simak Quote selengkapnya. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!