'Papua Jadi Ajang Promosi Jabatan, Walau Dengan Jargon Demi NKRI'

Kalangan aktivis pegiat hak asasi manusia di Papua kecewa dengan sikap TNI yang mengangkat Mayjen Hartomo sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Rabu, 21 Sep 2016 15:00 WIB

Theys Hiyo Eluay. (Foto: Elsam Papua)

Theys Hiyo Eluay. (Foto: Elsam Papua)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Kalangan aktivis pegiat hak asasi manusia di Papua kecewa dengan sikap TNI yang mengangkat Mayjen Hartomo sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS). Padahal Hartomo merupakan salah satu terpidana kasus pembunuhan tokoh Papua Theys Hiyo Eluay pada 2001.

Direktur Aliansi Demokrasi Papua (ADP) yang pernah menjadi pengacara Theys, Latifah Anum Siregar mengatakan pengangkatan Hartomo menunjukkan negara tidak serius memenuhi keadilan korban dan keluarganya. Karena pelaku kejahatan hak asasi manusia justru terus mendapat promosi jabatan.

"Saya ingat ketika kejadian itu, Pak Ryamizard Ryacudu menyampaikan statemennya. Pembunuh Theys adalah pahlawan. Sekarang dia jadi Menhan. Jadi tidak ada yang berubah dari negara ini," kata Latifah Anum Siregar. Simak Quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.