Darno, korban tragedi '65. (Danny Johanes/KBR)

Darno, korban tragedi '65. (Danny Johanes/KBR)

Tahun ini tepat 50 tahun peristiwa Tragedi Kemanusiaan Pasca Gerakan 30 September 1965. Saat itu pemerintah mengklaim ada kudeta dari Partai Komunis Indonesia PKI, dengan pembunuhan para jenderal TNI. Pasca peristiwa itu, terjadilah penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap atau diduga sebagai anggota PKI, simpatisan PKI, bahkan keluarga atau orang-orang yang tak bersalah.

Setelah itu, selama puluhan tahun terjadi diskriminasi terhadap korban dan keluarga korban 65 di berbagai bidang. Salah seorang korban 65, yang juga Pengurus Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 , Darno, menceritakan apa yang ia alami selama di penjara, kepada KBR. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!