Korban 65 : Di Penjara, Cuma Makan Jagung Rebus 30 Butir seharian

Tahun ini tepat 50 tahun peristiwa Tragedi Kemanusiaan Pasca Gerakan 30 September 1965.

Senin, 21 Sep 2015 12:00 WIB

Darno, korban tragedi '65. (Danny Johanes/KBR)

Darno, korban tragedi '65. (Danny Johanes/KBR)

Tahun ini tepat 50 tahun peristiwa Tragedi Kemanusiaan Pasca Gerakan 30 September 1965. Saat itu pemerintah mengklaim ada kudeta dari Partai Komunis Indonesia PKI, dengan pembunuhan para jenderal TNI. Pasca peristiwa itu, terjadilah penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap atau diduga sebagai anggota PKI, simpatisan PKI, bahkan keluarga atau orang-orang yang tak bersalah.

Setelah itu, selama puluhan tahun terjadi diskriminasi terhadap korban dan keluarga korban 65 di berbagai bidang. Salah seorang korban 65, yang juga Pengurus Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 , Darno, menceritakan apa yang ia alami selama di penjara, kepada KBR. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Bawaslu RI Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Calon Bupati Jayapura

  • Dianggap Buron, Aktivis Nelayan Budhi Tikal Ditangkap Polisi
  • Polisi Ringkus 4 Pelaku Duel Gladiator
  • Brimob Amankan Rumah Pengungsi Gunung Agung