Kesetaraan Gender di Indonesia Sudah Sangat Baik

Dalam pidatonya, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan kesetaraan gender di Indonesia sudah sangat baik. Apa sebab?

Senin, 28 Sep 2015 13:00 WIB

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Danny Johanes/KBR)

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Danny Johanes/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Pembangunan Berkelanjutan 2015 di Markas PBB, New York, pada sabtu 26 September 2015, kemarin.

Para pemimpin dunia  tersebut akan mengesahkan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs 2030. Agenda ini bertujuan mengisi kesenjangan, melengkapi dan meneruskan Tujuan Pembangunan Milenium /MDGs 2015 yang belum selesai. Misalnya program mengentaskan rakyat miskin, menghargai hak asasi manusia, memberdayakan perempuan/anak-anak, dan pelbagai agenda baru dari ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam pidatonya, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan kesetaraan gender di Indonesia sudah sangat baik. Apa sebab? Berikut penjelasan Reporter KBR Rio Tuasikal yang meliput Sidang SDGs di Markas PBB, New York Amerika.  

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau