JATAM: Lubang Bekas Tambang Tak Ditutup, Perusahaan Tambang Harus Diberi Sanksi Pidana

Sudah ada 14 korban tewas akibat lubang-lubang bekas galian yang tidak ditutup.

Rabu, 02 Sep 2015 12:00 WIB

Tambang batubara. (Antara)

Tambang batubara. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Jaringan Advokasi Tambang atau JATAM Kalimantan Timur menyebut Kaltim saat ini sedang darurat anak. Ini gara-gara banyak anak yang tewas tenggelam di lubang-lubang bekas galian tambang batu bara di daerah itu. Sudah ada 14 korban tewas akibat lubang-lubang bekas galian yang tidak ditutup.

Menurut divisi hukum dan advokasi JATAM Kalimantan Timur, Merah Johansyah, perusahaan tambang tersebut hanya diberi teguran berupa pemberian tanda proper hitam saja oleh pemerintah.

Meski pihak BLH Kaltim mengaku sudah menutup 4 perusahaan tambang yang diduga bermasalah namun pihak JATAM Kaltim belum mengetahuinya. JATAM menginginkan perusahaan tambang tersebut ditindak secara pidana.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.