Kewarganegaraan Ganda, Nasionalisme Tak Bergantung Pada Selembar Kertas

Nasionalisme tak bergantung pada selembar kertas, justru banyak keuntungan yang didapat dengan dwikewarganegaraan.

Jumat, 19 Agus 2016 15:00 WIB

Gloria Natapradja Hamel. (Antara)

Gloria Natapradja Hamel. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


Belakangan ini, publik ramai membicarakan soal dwikewarganegaraan pasca dicopotnya bekas Menteri ESDM, Arcandra Tahar oleh Presiden Jokowi. Ia dituding memiliki paspor Amerika Serikat yang menandakan dia seorang warga negara Amerika Serikat. Selain itu, ia juga mempunyai paspor Indonesia. Karena hal ini, Pria asal Padang ini pun akhirnya hanya menjabat menteri ESDM selama 20 hari.

Tak beda jauh, Paskibaraka asal Jawa Barat, Gloria Natapradja Hamel mendadak diberhentikan statusnya sebagai salah seorang anggota Paskibraka, yang akan mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus lalu. Siswi asal Depok ini dinilai memiliki kewarganegaraan Prancis. Namun, gadis manis ini beruntung, Presiden Jokowi akhirnya memberi izin Gloria utnuk bergabung dengan Tim  Bima, Paskibraka yang bertugas menurunkan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, pada upacara 17 Agustus, sore harinya.

Gloria dan Arcandra dianggap tak mempunyai nasionalisme lantaran memiliki kewarganegaraan ganda. Namun, menurut Ahli Hukum Tata Negara dan Pengamat Politik, Refly Harun, Nasionalisme tak bergantung pada selembar kertas, justru banyak keuntungan yang didapat dengan dwikewarganegaraan. Apa saja keuntungannya? Simak quote selengkapnya.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan