Freddy Budiman. (KBR/Ridlo)

Freddy Budiman. (KBR/Ridlo)


Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kepolisian Indonesia mengaku telah menyaksikan video yang dibuat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Anggota TGPF, Hendardi mengatakan, video itu dibuat sebelum pelaksanaan eksekusi terpidana mati Freddy Budiman, yang dibuat Humas Ditjen PAS, yang kemudian diserahkan kepada Menkumham Yasonna Laoly. Selanjutnya, video itu diserahkan kepada Kapolri, untuk kepentingan penyelidikan. 

Dalam video itu, Freddy juga menyebut tiga nama perwira di kepolisian. Apakah tiga perwira ini ada kaitannya dengan aliran dana bisnis narkotika ke sejumlah beberapa petinggi BNN, Polri, dan TNI-seperti keterangan yang diberikan oleh Haris Azhar? Simak quote selengkapnya.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!