Ulil Abshar Abdala: Sudah Biasa, Dinamika Dalam Muktamar NU

Dinamika dalam muktamar NU ini menandakan perpecahan dalam tubuh NU?

Kamis, 06 Agus 2015 12:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Said Aqiel Siraj kembali terpilih sebagai ketua umum pengurus Nadhatul Ulama usai memenangkan pemungutan suara dalam Muktamar NU ke-33 yang berlangsung di kota Jombang Jawa Timur. Pemilihan Rois Aam dalam muktamar diwarnai oleh perpecahan dan protes dari ratusan peserta muktamar terutama pendukung calon ketua umum PBNU Solahuddin Wahid hingga meninggalkan area muktamar dan menggelar rapat di tempat lain. Apakah dinamika dalam muktamar NU ini menandakan perpecahan dalam tubuh NU? Berikut kata cendikiawan NU Ulil Abshar Abdala. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.