Sekjen AJI Jakarta: Tertutup Dengan Jurnalis Asing, Citra Indonesia Akan Buruk

Jurnalis asing kini tidak bisa bebas meliput kegiatan di wilayah Indonesia.

Kamis, 27 Agus 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (KBR)

Ilustrasi. (KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Jurnalis asing kini tidak bisa bebas meliput kegiatan di wilayah Indonesia. Salah satu aturan dari Kementerian Dalam Negeri itu mewajibkan jurnalis asing harus mengantongi rekomendasi dari tim kordinasi kunjungan orang asing di Kementerian Luar Negeri. Apa kata Sekjen AJI Jakarta Muhammad Irham terkait hal ini? Berikut penuturannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan