Sekjen AJI Jakarta: Tertutup Dengan Jurnalis Asing, Citra Indonesia Akan Buruk

Jurnalis asing kini tidak bisa bebas meliput kegiatan di wilayah Indonesia.

Kamis, 27 Agus 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (KBR)

Ilustrasi. (KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Jurnalis asing kini tidak bisa bebas meliput kegiatan di wilayah Indonesia. Salah satu aturan dari Kementerian Dalam Negeri itu mewajibkan jurnalis asing harus mengantongi rekomendasi dari tim kordinasi kunjungan orang asing di Kementerian Luar Negeri. Apa kata Sekjen AJI Jakarta Muhammad Irham terkait hal ini? Berikut penuturannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Anggota Komisi I DPR Pertanyakan Alasan Panglima TNI Instruksikan Nobar Film G30S

  • Gempa Meksiko, Komite Paralimpik Tunda Turnamen Dunia
  • PM Jepang: Peluang Dialog dengan Korea Utara Sudah Tertutup