Pengamat: Pencalonan Dubes Jangan Untuk Bagi-bagi Kekuasaan

Presiden Joko Widodo mencalonkan 33 Duta Besar. Namun menurut DPR, 13 orang calon dubes itu diragukan kualitasnya.

Senin, 10 Agus 2015 12:00 WIB

Presiden RI Joko Widodo. (Danny/KBR)

Presiden RI Joko Widodo. (Danny/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Presiden Joko Widodo mencalonkan 33 Duta Besar. Namun menurut DPR, 13 orang calon dubes itu diragukan kualitasnya. Salah satunya karena mereka berasal dari partai politik yang mendukung Jokowi. Bagaimana tanggapan pengamat hubungan internasional dari Universitas Hasanuddin Adi Suryadi? Berikut peniturannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BI: Inflasi Rendah Merata di Daerah-Daerah

  • DPR Sepakat Pemerintah Batasi Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi Maksimal 80 Persen
  • Menlu Korut Akan Hadiri Pertemuan Regional ASEAN
  • Transfer Pemain Dunia Disebut Mourinho Mulai Mengkhawatirkan

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.