Didik Nini Thowok: Banyak Pejabat Daerah Yang Ubah Budaya Untuk Kepentingan Politik

Banyak pejabat daerah yang mengubah budaya karena kepentingan politik. Mengapa?

Rabu, 26 Agus 2015 11:45 WIB

Maestro Seni Tari Indonesia Didik Nini Thowok. (Foto: didikninithowok.info)

Maestro Seni Tari Indonesia Didik Nini Thowok. (Foto: didikninithowok.info)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Kesenian Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke menyimpan ribuan kekayaan kreativitas. Mulai dari kreativitas keragaman lagu daerah, tarian, busana, hingga elemen budaya-budaya lain. Namun sayang, menurut Maestro Seni Tari Indonesia, Didik Nini Thowok, banyak pejabat daerah yang mengubah budaya karena kepentingan politik. Berikut penuturannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.