Arie Budiman: Banyak Penyelewengan, KJP Tahun ini Non Tunai

penggunaan KJP banyak ditemukan tak sesuai dengan tujuannya.

Selasa, 04 Agus 2015 12:00 WIB

Kartu Jakarta Pintar. (KBR)

Kartu Jakarta Pintar. (KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pemerintah Jakarta memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar digunakan membeli keperluan pendidikan. Tapi nyatanya penggunaan KJP banyak ditemukan tak sesuai dengan tujuannya. Oleh karenannya pemerintah provinsi DKI Jakarta mulai tahun ini menerapkan peraturan pembatasan penarikan tunai dana KJP. Soal ini kita dengar penuturan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.