Arie Budiman: Banyak Penyelewengan, KJP Tahun ini Non Tunai

penggunaan KJP banyak ditemukan tak sesuai dengan tujuannya.

Selasa, 04 Agus 2015 12:00 WIB

Kartu Jakarta Pintar. (KBR)

Kartu Jakarta Pintar. (KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pemerintah Jakarta memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar digunakan membeli keperluan pendidikan. Tapi nyatanya penggunaan KJP banyak ditemukan tak sesuai dengan tujuannya. Oleh karenannya pemerintah provinsi DKI Jakarta mulai tahun ini menerapkan peraturan pembatasan penarikan tunai dana KJP. Soal ini kita dengar penuturan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kemendagri Pastikan Coret Anggaran Irasional DKI Jakarta

  • Anggaran Kunker DPRD Bengkak, Sandiaga: Pemprov Hanya Mengikuti Usulan
  • RI Dorong Pengembalian Pengungsi Rohingya
  • Gunung Sinabung Lontarkan Abu Vulkanik Sejauh 2 KM