Konsorsium Pembaruan Agraria: TNI Dapat Tanah Darimana Harus Diselidiki

Bentrokan berdarah antara TNI dan warga di kawasan pesisir Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah kembali terjadi. Menambah deretan kasus kekerasan yang mewarnai konflik lahan.

Senin, 24 Agus 2015 11:00 WIB

Warga korban bentrok. (Foto: Ridlo/KBR)

Warga korban bentrok. (Foto: Ridlo/KBR)

Bentrokan berdarah antara TNI dan warga di kawasan pesisir Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah, Sabtu 22 Agustus lalu menambah deretan kasus kekerasan yang mewarnai konflik lahan atau konflik agraria di Indonesia. Dalam bentrokan akhir pekan lalu, sejumlah orang luka. Apa kata Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria, Iwan Nurdin terkait hal ini?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?