Konsorsium Pembaruan Agraria: TNI Dapat Tanah Darimana Harus Diselidiki

Bentrokan berdarah antara TNI dan warga di kawasan pesisir Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah kembali terjadi. Menambah deretan kasus kekerasan yang mewarnai konflik lahan.

Senin, 24 Agus 2015 11:00 WIB

Warga korban bentrok. (Foto: Ridlo/KBR)

Warga korban bentrok. (Foto: Ridlo/KBR)

Bentrokan berdarah antara TNI dan warga di kawasan pesisir Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah, Sabtu 22 Agustus lalu menambah deretan kasus kekerasan yang mewarnai konflik lahan atau konflik agraria di Indonesia. Dalam bentrokan akhir pekan lalu, sejumlah orang luka. Apa kata Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria, Iwan Nurdin terkait hal ini?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan