SPSI: Sebelum Memotong Hak Orang, Harus Sosialisasi Dulu

Pencairan dana Jaminan Hari Tua yang seharusnya bisa dicairkan 5 tahun,kini berubah menjadi 10 tahun. Hal ini menuai protes dari para peserta Jamsostek yang kini berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Jumat, 03 Jul 2015 12:00 WIB

Foto: Antara

Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang seharusnya bisa dicairkan 5 tahun, kini berubah menjadi 10 tahun. Hal ini menuai protes dari para peserta Jamsostek yang kini berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Abdul Gani, pemerintah tak bisa serta merta merubah aturan itu. Mengapa?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.