SPSI: Sebelum Memotong Hak Orang, Harus Sosialisasi Dulu

Pencairan dana Jaminan Hari Tua yang seharusnya bisa dicairkan 5 tahun,kini berubah menjadi 10 tahun. Hal ini menuai protes dari para peserta Jamsostek yang kini berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Jumat, 03 Jul 2015 12:00 WIB

Foto: Antara

Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang seharusnya bisa dicairkan 5 tahun, kini berubah menjadi 10 tahun. Hal ini menuai protes dari para peserta Jamsostek yang kini berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Abdul Gani, pemerintah tak bisa serta merta merubah aturan itu. Mengapa?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Pembentukan Densus Tipikor, Ini Kata Jokowi

  • Kena OTT, Kadisdik Langkat dan 3 Kepsek Jadi Tersangka
  • Darmin Targetkan Batam Tumbuh 7 Persen
  • Asosiasi Petani Tembakau Tolak Kenaikan Cukai