Mudik Gratis Turunkan Profit Pengusaha Bus Antar Kota Antar Porvinsi

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tidak menyetujui mudik gratis ini. Mengapa demikian?

Selasa, 21 Jul 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (Ridlo/KBR)

Ilustrasi. (Ridlo/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Maraknya mudik gratis yang diselenggarakan oleh perusahaan besar atau pemerintah saat arus mudik lebaran, memang menguntungkan bagi penumpang,  tapi tidak untuk pengusaha bus reguler antar kota antar provinsi. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tidak menyetujui mudik gratis ini. Mengapa demikian? Berikut penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.