Mudik Gratis Turunkan Profit Pengusaha Bus Antar Kota Antar Porvinsi

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tidak menyetujui mudik gratis ini. Mengapa demikian?

Selasa, 21 Jul 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (Ridlo/KBR)

Ilustrasi. (Ridlo/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Maraknya mudik gratis yang diselenggarakan oleh perusahaan besar atau pemerintah saat arus mudik lebaran, memang menguntungkan bagi penumpang,  tapi tidak untuk pengusaha bus reguler antar kota antar provinsi. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tidak menyetujui mudik gratis ini. Mengapa demikian? Berikut penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit. 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Tragedi 65 sudah berusia lebih dari 50 tahun. Ingatan dan kesan akan peristiwa itu pun beragam .