Eko Haryanto: Calon Walikota Semarang, Soemarmo Tidak Tahu Malu

Jelang pilkada serentak pada Desember 2015 ini, banyak bekas kepala daerah yang pernah dipidanakan karena kasus korupsi mengajukan diri kembali menjadi kepala daerah.

Rabu, 29 Jul 2015 12:00 WIB

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Jelang pilkada serentak pada Desember 2015 ini, banyak bekas kepala daerah yang pernah dipidanakan karena kasus korupsi mengajukan diri kembali menjadi kepala daerah. Salah satunya adalah Soemarmo Hadi Saputro, bekas Walikota Semarang yang pernah menjadi tahanan kini maju kembali dipemilihan Walikota Semarang 2015. Soemarmo diusung oleh PKS dan PKB. Menurut koordinator Divisi Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum KP2KKN, Eko Haryanto, dengan mencalonkan diri menjadi kepala daerah, Soemarmo tidak tahu malu. Mengapa? Berikut penuturannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Aparat Keamanan Dicurigai Selundupkan Pendulang Emas ke Kawasan Freeport

  • Belasan Bagang Ikan di Perairan Ambalat Dirusak Gelombang
  • Myanmar-Bangladesh Sepakat Repatriasi Pengungsi dalam Dua Bulan
  • Kasus Perkosaan, Eks Pemain AC Milan Robinho Dihukum Penjara

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"