Edi Saidi: Perda Operasi Yustisi Harus Dicabut Karena Banyak Mudaratnya

Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Jakarta menjadi kota yang terbuka, sehingga orang darimana saja bisa kapanpun datang ke Jakarta.

Senin, 20 Jul 2015 13:00 WIB

Operasi Yustisi. (Antara)

Operasi Yustisi. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Operasi Yustisi di Jakarta biasanya digelar pasca lebaran, karena dikhawatirkan banyak pemudik yang membawa saudaranya dari kampung untuk mencari pekerjaan di Jakarta ini. Bisa dibayangkan dong penduduk Jakarta akan bertambah banyak. Namun tahun ini Jakarta tidak melakukan operasi tersebut. Alasannya sih di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Jakarta menjadi kota yang terbuka, sehingga orang darimana saja bisa kapanpun datang ke Jakarta. Namun Perda atau Peraturan Daerah Operasi Yustisi ini masih ada. Menurut aktivis LSm Konsorsium Masyarakat Miskin Kota Edi Saidi mengatakan Perda Operasi Yustisi ini harus dicabut karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Mengapa demikian? berikut penuturannya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

BPK Segera Jatuhkan Sanksi ke Auditor Penerima Suap Moge

  • Bekas KASAU Minta Film G30S Tidak Disiarkan di TV
  • Beredar SK Dukung Emil, Golkar Jabar Tunggu Putusan Resmi DPP
  • LN: Korban Gempa Meksiko Capai Lebih dari 270 Orang