Presiden Jokowi: Ingat, Takdir Tuhan untuk Indonesia adalah Keberagaman!

Sayangnya, kata Jokowi, kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan. Kebhinnekaan Indonesia sedang mengalami ujian.

Kamis, 01 Jun 2017 10:55 WIB

Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6/2017). (Foto: Setneg RI)


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Saat memberikan pidato dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Presiden Joko Widodo mengatakan Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 melalui pidato Ir Soekarno, hingga Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945.

"Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita," kata Jokowi, Kamis (1/6/2017).



Jokowi mengingatkan negara dan bangsa Indonesia sudah ditakdirkan dalam keberagaman.

"Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhineka tunggal ika-an kita," tandas Jokowi.



Sayangnya, kata Jokowi, kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan. Kebhinnekaan Indonesia sedang mengalami ujian.

"Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam ke-bhineka-an dan ke-ika-an kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong," tambah Jokowi.

Baca juga:



Jokowi meminta masyarakat Indonesia belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dilanda radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Jokowi menegaskan, dengan berpegang pada Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, maka Indonesia bisa terhindar dari ancaman dan gangguan itu.

"Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan," kata Jokowi.

Atas tujuan itu, Jokowi mengajak berbagai pihak terutama kalangan tokoh agama dan ahli agama, tenaga pendidik, pelaku seni dan budaya, pekerja media, hingga birokrat dan aparatur untuk bersama-sama menjaga Pancasila.

"Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila," kata Jokowi.



Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah akan terus berkomitmen menguatkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya, kata Jokowi, melalui Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2017.

"Lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya akan menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila," kata Jokowi.



Di sisi lain, Jokowi mengingatkan masyarakat Indonesia agar terus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.

"Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhineka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia," kata Jokowi.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini merupakan yang pertama kali diadakan sejak Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu secara resmi menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Keputusan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 tahun 2016.

Gedung Pancasila yang dibangun di masa pemerintah Hindia-Belanda merupakan saksi sejarah saat Ir Soekarno yang pada masa itu merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) berpidato di sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Dalam pidato di Gedung Pancasila itu, Soekarno memperkenalkan lima sila (Pancasila) untuk diusulkan menjadi Dasar Negara Indonesia Merdeka.
 
Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan