Sumarsih: Masa Penjahat Jadi Pahlawan?

"Saya kecewa."

Rabu, 25 Mei 2016 09:04 WIB

Sumarsih, ibu Wawan (Foto: SorgeMagz)

Sumarsih, ibu Wawan (Foto: SorgeMagz)

KBR, Jakarta- Orang tua korban Tragedi Semanggi 1998, Maria Katarina Sumarsih mengaku kecewa dengan mencuatnya kembali isu pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Menurut dia, jika hal tersebut benar dilakukan, maka pemerintah Jokowi sudah mencoreng semangat reformasi yang menjadikan anaknya salah satu korbannya.

"Sebagai keluarga korban setiap tahun kami menyuarakan tolak gelar pahlawan kepada Presiden HM Soeharto. Sebagai orang tua korban dari mahasiswa waktu itu sangat kecewa," ujarnya kepada wartawan di Kantor kontras, Jakarta. 

Baca: Keluarga Korban Semanggi: Masa Sih Penjahat Jadi Pahlawan?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Arsul Sani: KPK Jangan Bernafsu Tangani Korupsi Swasta

  • BPBD Lebak: Gempa Hantam 9 Kecamatan
  • Jerat Hari Budiawan, Warga Tumpang Pitu Protes Putusan Hakim
  • Gunakan GBK, Persija Naikan Tiket Pertandingan Piala AFC

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.