Sumarsih: Masa Penjahat Jadi Pahlawan?

"Saya kecewa."

Rabu, 25 Mei 2016 09:04 WIB

Sumarsih, ibu Wawan (Foto: SorgeMagz)

Sumarsih, ibu Wawan (Foto: SorgeMagz)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Orang tua korban Tragedi Semanggi 1998, Maria Katarina Sumarsih mengaku kecewa dengan mencuatnya kembali isu pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Menurut dia, jika hal tersebut benar dilakukan, maka pemerintah Jokowi sudah mencoreng semangat reformasi yang menjadikan anaknya salah satu korbannya.

"Sebagai keluarga korban setiap tahun kami menyuarakan tolak gelar pahlawan kepada Presiden HM Soeharto. Sebagai orang tua korban dari mahasiswa waktu itu sangat kecewa," ujarnya kepada wartawan di Kantor kontras, Jakarta. 

Baca: Keluarga Korban Semanggi: Masa Sih Penjahat Jadi Pahlawan?

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau