Sumarsih, ibu Wawan (Foto: SorgeMagz)

Sumarsih, ibu Wawan (Foto: SorgeMagz)

KBR, Jakarta- Orang tua korban Tragedi Semanggi 1998, Maria Katarina Sumarsih mengaku kecewa dengan mencuatnya kembali isu pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Menurut dia, jika hal tersebut benar dilakukan, maka pemerintah Jokowi sudah mencoreng semangat reformasi yang menjadikan anaknya salah satu korbannya.

"Sebagai keluarga korban setiap tahun kami menyuarakan tolak gelar pahlawan kepada Presiden HM Soeharto. Sebagai orang tua korban dari mahasiswa waktu itu sangat kecewa," ujarnya kepada wartawan di Kantor kontras, Jakarta. 

Baca: Keluarga Korban Semanggi: Masa Sih Penjahat Jadi Pahlawan?

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!