Istana : Perpusnas Berlebihan

Presiden Jokowi menegaskan kebebasan berekspresi, membaca dan berpikir dijamin konstitusi.

Rabu, 18 Mei 2016 07:00 WIB

Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo. (Foto: Setkab.go.id/Publik Domain)

Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo. (Foto: Setkab.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pihak Istana menilai rencana pemusnahan buku-buku kiri oleh Perpusnas sebagai tindakan berlebihan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi menegaskan kebebasan berekspresi, membaca dan berpikir dijamin konstitusi. Kata dia, atas sikap Perpusnas yang antidemokrasi tersebut, Menteri Pendidikan diminta untuk memberikan teguran.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR