Hilmar Farid: Aksi Sweeping Buku Berbau Komunisme Berlebihan

Partai itu sudah mati 50 tahun lalu dan tidak ada kemungkinan dua generasi sebuah organisasi politik itu bisa survive.

Kamis, 12 Mei 2016 13:34 WIB

Cover buku Palu Arit Di Ladang Tebu

Cover buku Palu Arit Di Ladang Tebu

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menilai aksi sweeping buku berbau komunisme berlebihan. Kata Hilmar, ketakutan bangkitnya Partai Komunis Indonesia PKI setelah 50 tahun tidak bisa dijadikan dasar buku-buku terkait itu disita.

Hilmar mengatakan kewenangan untuk melarang buku yang semula ada di Kejagung, sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi 2010 lalu.

Menurutnya juga , partai itu sudah mati 50 tahun lalu dan tidak ada kemungkinan dua generasi sebuah organisasi politik itu bisa survive.

Beritanya di sini: goo.gl/6P2k5i  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Panggil Kabulog, Ini Pesan Jokowi

  • DPR RI Segera Bahas Perppu Ormas
  • BNPT Rekrut Anak Muda Tangkal Terorisme di Internet
  • Stoke City Targetkan Wimmer

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta