Budiarto Shambazy: QNB League Susah Diingat Publik

Nama QNB League itu dianggap susah diingat publik dan sulit populer.

Senin, 06 Apr 2015 10:13 WIB

Jelang laga perdana QNB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Penyelenggara Liga Super Indonesia ISL mengubah nama kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia menjadi QNB League, setelah mendapat sponsor dari Bank Nasional Qatar QNB. Namun nama baru itu dianggap susah diingat publik dan sulit populer. Berikut tanggapan pengamat bola Budiarto Shambazy. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Anies Kembali Ulur Waktu untuk Jelaskan Sikap Tolak Reklamasi

  • Amerika Buka Sokumen Rahasia Tragedi 65/66, Ini Kata Sejarawan
  • Jumlah Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Trenggalek Terus Bertambah
  • Polisi Perancis Tangkap 10 Orang yang Berencana Menyerang Masjid