Tolak Pabrik Semen di Kendeng, Bupati Rembang: Dikompori

“Yang saya sayangkan ini sebagian kecil masyarakat ini ditumpangi pihak lain, dikompori, dan diberi informasi yang kurang tepat."

Jumat, 24 Feb 2017 16:01 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: Pemkab)


KBR, Rembang– Bupati Rembang, Jawa Tengah Abdul Hafidz pasang badan untuk kelanjutan kegiatan penambangan dan pabrik PT Semen Indonesia. Pertambangan dianggap sebagai ceruk menguntungkan bagi perekonomian daerahnya. Ia bahkan tak khawatir apabila masuknya perusahaan plat merah ini mengundang investasi semen lain. Simak penjelasan Bupati Rembang Abdul Hafidz kepada KBR.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.