Surat dari Warga Penolak Pabrik Semen untuk Gubernur Ganjar

Ungkapan kekecewaan terhadap proses penilaian Amdal itu juga dinyatakan dalam sebuah catatan yang disebar lewat media sosial.

Jumat, 03 Feb 2017 14:00 WIB

PT Semen Indonesia. (KBR/Musyafa)

Sidang penilaian Analisis Dampak lingkungan (Amdal) pabrik semen  PT Semen Indonesia sudah digelar di Semarang,  Kamis (2/2/2017). Saat sidang, warga penolak pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah, memilih untuk meninggalkan ruang sidang atau walk out.

Sebelum meninggalkan ruangan, perwakilan warga penolak semen menyerahkan surat pernyataan keberatan mereka ke komisi penilai Amdal. Namun, menurut BLH Jateng, meski tak dihadiri oleh warga penolak semen, dasar hukum dan legalitas pelaksanaan sidang penilaian Amdal tetap terpenuhi.

Ungkapan kekecewaan terhadap proses penilaian Amdal itu juga dinyatakan dalam sebuah catatan atau surat, yang disebar lewat media sosial.

Berikut catatan tersebut yang dibacakan Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang, Joko Prianto. Apa isinya? Simak quotenya di audio yang kami sajikan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.